Panik atau Waspada ?

Panik atau Waspada ?
Oleh : Slamet Sutresno

Jumlah orang yang terjangkit virus Corona di Indonesia bertambah. Jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang terjangkit COVID-19 di luar negeri juga bertambah.

Per Minggu (15/3/2020) pukul 11.30 WIB, dari keterangan juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona, Achmad Yurianto, sudah ada 96 orang yang positif COVID-19 di Indonesia. 5 Diantaranya dinyatakan telah meninggal dunia.

Sampai dengan saya menulis artikel ini, telah banyak Kepala Daerah melakukan konferensi pers dan menjelaskan status daerahnya masing-masing, DKI menjadi provinsi pertama yang merilis pernyataan tentang kondisi Ibukota serta langkah langkah pencegahan serta penanganan penyebaran virus korona ini.

Seluruh sekolah di DKI Jakarta ditutup selama 2 pekan kedepan, dan akan dievaluasi perkembangannya kemudian. Ujian Nasional (UNBK) ditunda. Seluruh siswa dihimbau untuk melakukan proses belajar mengajar secara online. 14 Tempat rekreasi yang ada di Jakarta juga ditutup. Kegiatan dan Aktifitas yang memobilisasi banyak masyarakat ditunda. Warga dihimbau untuk menghindari sementara waktu pusat pusat keramaian.

Dua hari ini grup whatsapp dan sosial media sangat rame dengan berbagai informasi mengenai Corona. Saya katakan luar biasa dampaknya, berbagai aspek mulai dari Ekonomi, Pariwisata, Sosial semua terganggu dan sudah pasti terdampak.

Makin hari, makin banyak orang terpapar, ada wacana untuk melakukan Lock Down, namun sepertinya pemerintah masih mempertimbangkan situasi dan kondisinya serta dampak lain. Presiden mengatakan “Saatnya Mulai Bekerja dari Rumah, Belajar dari Rumah, Ibadah dirumah”. Jadi sebenarnya ini kepanikan atau kewaspadaan? Mungkin dua duanya.