Si Cantik Saat Sakit

Libur semester sekaligus akhir tahun 2017 memang cukup melelahkan. Kami sudah merencanakan jauh jauh hari, bahkan sudah memesan villa dan hotel di beberapa tujuan kami nanti. Agenda pertama adalah ke Objek Wisata Pemandian Air panas di Guci. Kami menginap semalam di sebuah villa yang memiliki fasilitas kolam renang air panas yang cukup lengkap disana. Kami menyempatkan diri untuk menyambangi rumah orangtuaku di Slawi sekaligus silaturahmi. Anak anak cukup senang di Guci, selain menikmati kolam renang air panas, mereka juga bisa bermain wahana di kolam seperti seluncur, pancuran serta permainan yang lain. Aku memang menjadikan Guci sebagai tujuan ketika ingin berlibur melepas kepenatan, berendam di air panas juga relaksasi dibawah pancuran air panas adalah favoritku. Setelah itu tubuh terasa agak rileks dan enteng.

Selepas dari Guci kami menghabiskan waktu dirumah Istri di Tempel, Indramayu. Setelah sebelumnya mampir ke Cirebon untuk memuaskan anak anak main di Wahana Permainan sekaligus membeli makanan favorit si Kakak yaitu Chicken dan Kentang. Di Indramayu kami hanya istirahat dan menghabiskan waktu dirumah sebelum kembali ke Jakarta.

Pagi hari kami berangkat ke Jakarta, mumpung liburan si Kakak ingin ikut dan menghabiskan waktu liburan di Jakarta. Namun seperti yang sudah kami rencanakan sebelumnya, kami akan ke Bandung untuk menghabiskan waktu liburan. Hotel pun sudah kami pesan, tujuannya hanya ke beberapa tempat yang cocok untuk anak anak. Dua hari dua malam kami di bandung. Cukup melelahkan memang, bahkan hari pertama si Kakak sempat demam, namun bisa kami tangani dengan memberinya obat, kompres dan kerikan.

Setibanya di Jakarta dan beberapa hari setelah si Kakak kami pulangkan ke Indramayu karena waktu sekolah sudah tiba. Si Cantik mulai demam, flu, dan batuk. Beberapa hari badannya panas, kami mencoba memberikan obat sirup flu dan batuk. Sempat kami periksakan ke Bidan namun beberapa hari tidak juga kunjung membaik.

Minggu sore panas badannya naik, aku sempat bilang ke Istri “coba berikan dulu obat, jika sampai bada isya tidak turun, maka kita bawa ke dokter atau rumah sakit”. Aku menuju ke masjid untuk sholat berjamaah dan pengajian rutin malam senin. Selepas itu setibanya aku dirumah, ternyata panasnya belum juga turun, maka kami putuskan segera pergi ke dokter. Namun berhubung hari itu adalah Minggu, maka dokter pribadi juga poli anak dirumah sakit tidak buka. Maka tujuan satu satunya adalah ke IGD, pertama kami masuk ke IGD RS Puri Cinere, namun nampaknya antrian cukup panjang.

Kami sempat berdialog dengan pasien yang sedang menunggu, yang menyatakan bahwa sudah lama mengantri namun belum juga dipanggil. Seketika itu aku memutuskan untuk mencari IGD di RS Lain. IGD RS Prikasih Juga Penuh, terus aku menyusuri jalanan malam itu kearah RS Fatmawati, namun istri tidak mau, dan menyarankan untuk langsung menuju ke RS Siloan. Beruntung setibanya di IGD RS Siloam kondisi lengang, maka si Cantik langsung ditangani oleh beberapa perawat dan seorang dokter Jaga. Usianya muda, tampak gesit, berkacamata, nampaknya keturunan Tionghoa.

Setelah berdialog dan berkonsultasi maka diputuskan untuk diambil darah untuk mengecek apakah ada virus dalam darah penyebab demam, tindakan pun dilakukan. Darah diambil, infuse cairan pun dipasang untuk menurunkan panas. Setelah 3 jam berlalu, panas mulai turun, hasil lab menunjukkan tidak adanya virus berbahaya yang menyebabkan demam. Dokter hanya mengatakan perlu istirahat karena mungkin terlalu capek. Maka kami putuskan untuk membawanya pulang. Tentu setelah mengurus administrasi dan keuangan.

Pagi hari badannya masih lemas, nafsu makan sepertinya tidak ada, bahkan tidak mau makan, susu pun kadang muntah. Beberapa hari berlalu kondisinya belum berubah, kami semakin kuatir, maka aku mencoba menelpon beberapa referensi rumah sakit dan dokter yang bagus untuk dapat kami kunjungi. Akhirnya salah satu dokter anak senior di RS Puri Cinere kami kunjungi, namanya dokter Hari. Sosoknya Gendut, tidak terlalu tinggi, kepiawaiannya Nampak mungkin karena sudah lama berpengalaman sebagai dokter spesialis anak.

Setelah antri beberapa pasien, kami dipanggil. Dokter Hari menanyakan kronologisnya, aku pun menjelaskan secara detail. Sambil dia periksa kondisi si Cantik. Dokter Hari menyarankan agar dirawat saja, karena kondisinya tidak mau makan, juga tidak mau minum obat. Itu artinya harus di infuse untuk memasukkan obat, juga untuk memberinya suplay makanan atau nutrisi agar kondisinya segera pulih. Tanpa ada pilihan lain, kami pun setuju. Dokter hari memberiku secarik kertas coret coretan untuk dibawa ke bagian depan. Aku disuruh mencari kamar, sementara si Cantik menunggu tentu dengan rewel dan manjanya. Istriku dan Pak de Maman yang mendampingi tidak dapat berbuat banyak mengatasi tangis dan rewelnya.

Setelah memilih kamar dan menyelesaikan administrasi awal kamipun segera di antar oleh beberapa perawat menuju kamar perawatan. Kami memilih kamar VIP, pertimbangannya tentu bukan karena banyak uang. Kami memilih kenyamanan untuk si Cantik juga kenyamanan untuk pasien lain. Kuatir jika memilih kelas 1, 2 atau 3 pasien lain akan terganggu. Pilihan kami tepat, dengan pilihan kamar VIP fasilitas dan layanan yang diberikan sangat baik dan cukup memuaskan. Sangat membantu proses pemulihan kesembuhan si Cantik.

Hari pertama dia diperiksa darah, diberikan nutrisi dan obat obatan melalui selang infuse. Hari kedua dilakukan rontgen untuk mengecek kondisi paru parunya, selang infuse masih diberikan. Hari ketiga selang infuse untuk makan sudah mulai dicabut, dengan pertimbangan sudah mulai mau makan dan minum meskipun hanya sedikit. Setiap hari Dokter Hari berkunjung untuk melakukan pemeriksaan, didampingi oleh seorang Dokter Wanita Spesialis Ahli Nutrisi. Rupanya itu sudah menjadi prosedur standard bagi seorang pasien anak anak. Pada kunjungan hari ketiga Dokter Hari menyatakan bahwa Si Cantik besok sudah boleh pulang. Alhamdulillah, lega rasanya…dilihat dari kondisinya pun sudah lebih bertenaga, juga panas badannya, sudah mulai normal.

Setelah hari ketiga dan menyelesaikan administrasi tentunya, kami berkemas. Menunggu kunjungan dokter Hari terakhir sebelum meninggalkan ruang perawatan. Dari pagi kami sudah siap siap, namun nampaknya dokter Hari ada kesibukan di RS lain, hingga kamipun menunggu sampai Siang. Selepas Ashar dokter hari baru tiba, mengecek kondisi dan berpesan untuk kesembuhan si kecil, tidak boleh makan ini, tidak boleh makan itu, dan lain sebagainya. Tentu menganjurkan untuk control rutin agar kondisi si Cantik benar benar sembuh. (SS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *